New chapter

Januari nanti, akan menjadi babak baru dalam kehidupan saya. Meneruskan studi di Amerika Serikat terutama bidang musik dan audio merupakan cita-cita saya sejak dulu, dan tahun depan hal itu menjadi kenyataan. Saya akan kembali menjalani hidup sebagai mahasiswa di kampus baru ini. Wish me luck. UCLA extension – Independent Music Production

Kau Tarikan Ombak

Today is World Poetry Day. I hereby present to you a teaser from our upcoming project called “Pusaran”, a spoken words sonification collaboration between me, Asep Rachman Muchlas and Donny Romo. This project is based and built from poetry and later developed to include other forms of artistic mediums such as illustrations, comic book and […]

Thank you Pegiat Budaya 2016

Tak terasa, program Pegiat Budaya 2016 akhirnya harus berakhir. Jatuh bangun selama beberapa bulan terakhir serta semua yang saya dapatkan di Selandia Baru merupakan pengalaman yang tak ternilai harganya. Meskipun hanya mendapatkan 40% dari segi keilmuan dan tujuan awal saya, namun saya tetap mensyukuri semuanya, apalagi bisa berkenalan dengan pegiat budaya yang membuat decak kagum […]

Ngobrol di coffeewar

Sebagai seniman, terutama kita yang hidup di era digital dan sering melakukan “mash up” dan remix dari karya lain, tentu kita tidak asing dengan istilah Public Domain. Kita tentu sering mendengar, melihat bahkan kita sendiri sering menggunakan sample/elemen karya lain untuk digunakan di karya kita. Tetapi, sejauh mana sih karya orang lain tersebut bisa digunakan? […]

Memperkenalkan Rupasuara

Kembali upload 2 device synthesizer bikinan saya di Max for Live, sekaligus memperkenalkan program jangka panjang saya “rupasuara”. Bagi pengguna dan (Max/MSP), silahkan download disini dan disini untuk lengkapnya. Catatan: Device-device berikut merupakan format awal dari program yang saya beri nama “Rupasuara”. Rencana ke depannya, Rupasuara ini akan saya fokuskan untuk membuat instrumen-instrumen musik nusantara. Perlu […]

New Zealand, here we come..

Setelah melalui berbagai rintangan, halangan dan hambatan, akhirnya program pengiriman Pegiat Budaya ke luar negeri dari Kementerian Pendidikan dan kebudayaan dilanjutkan. Melalui sesi audiensi antara kami Pegiat Budaya yang lolos seleksi dengan Ditjen Kebudayaan pak Hilmar Farid, beliau dan jajarannya setuju melanjutkan program ini dengan mengambil alih seluruh kegiatan dan dijalankan oleh Kemdikbud, berubah dari […]

My interview with National Geographic Traveler

Sebagai seorang musisi, pengolah suara, dan juga salah satu anggota di situs komunitas fotokita.net, Iman Fattah telah menjadikan kameranya sebagai alat untuk mengabarkan tak hanya sekedar yang tampak tetapi juga makna. Bersama sang istri, tetirahnya di Mongolia dan Srilanka diterbitkan di majalah National Geographic Traveler Indonesia. Staf redaksi National Geographic Indonesia, Yunaidi mewawancarai Iman Fattah […]