Dracula dan Drácula (Ulasan film Drácula tahun 1931 versi bahasa Spanyol)

Secret Movie Club merupakan event rutin memutarkan kembali film-film klasik dan bersejarah dengan format film analog 35mm. Acara ini diselenggarakan di Vista Theater, bioskop yang bediri sejak tahun 1923 yang saat ini dijadikan cagar budaya oleh pemerintah setempat. Panitia Secret Movie Club mendapatkan pinjaman atau menyewa arsip film-film tersebut langsung dari sumbernya seperti Universal Pictures untuk diputar pada tengah malam selepas jam reguler.

Tadi malam, untuk pertama kalinya saya menonton film yang mereka adakan yaitu Dracula, film horor garapan Universal Pictures yang dirilis tahun 1931, dan menjadi cetak biru film-film monster ke depannya. Film Dracula ini termasuk diantara film-film awal era transisi dari film bisu ke film bersuara (yang dikenal dengan istilah Talkie).

Yang menarik adalah film ini bukan satu-satunya versi yang dibuat pada waktu itu, tetapi ada satu versi lagi yang dikenal dengan judul Drácula yang menggunakan bahasa Spanyol (lebih dikenal dengan Spanish Version). Dracula berbahasa Inggris disutradarai oleh Tod Browning serta diperankan oleh Bela Lugosi sebagai Count Dracula. Sedangkan Drácula versi bahasa Spanyol disutradarai oleh George melford serta diperankan oleh Carlos Villarías sebagai Count Dracula.

Produksi dan shooting kedua film ini dilakukan pada hari yang sama dimana shooting versi bahasa Inggris dilakukan pagi hingga malam hari, dan versi bahasa Spanyol pada malam hingga pagi hari menggunakan setting, props dan lokasi yang sama. Untuk industri perfilman Hollywood saat itu, munculnya teknologi talkie menimbulkan masalah baru dimana film produksi Hollywood yang berbahasa Inggris sulit menembus pasar negara lain karena perbedaan bahasa. Pada era film bisu, narasi cerita bisa dituliskan dalam berbagai bahasa saat intertitles tetapi mustahil dilakukan untuk film talkie. Mereka enggan melakukan dubbing karena akan terlihat tidak natural. Solusinya pada saat itu adalah membuat film yang sama menggunakan setting, props, dan lokasi yang sama dengan bahasa dan crew serta cast yang berbeda, disesuaikan dengan target pasar yang hendak dituju.

Setelah menonton kedua film ini secara beruntun, saya sependapat dengan para kritikus bahwa Drácula versi bahasa Spanyol lebih bagus dari pada yang versi bahasa Inggris. Begini kira-kira ulasan saya:

  • Pada versi bahasa Spanyol, para crew versi Spanyol melihat proses shooting sebelumnya dan melakukan pengembangan sendiri sehingga tehnik pengambilan gambar lebih dinamis dan hidup serta bisa dibilang revolusioner. Sedangkan pada versi bahasa Inggris, kamera terlihat statis dan “staged”, menyebabkan banyak adegan pada film seperti kita melihat pertunjukan teater. Ditambah lagi, sang sutradara versi Spanyol George Melford terinspirasi dari film-film ekspresionis Jerman sehingga banyak elemen horor visual yang lebih *shocking*, Seperti shot close-up bekas luka gigitan Dracula dimana belum ada film yang berani memperlihatkan hal seekstrim itu sebelumnya.

  • Pada versi bahasa Inggris, aktris utama wanita bernama Mina diperankan oleh Helen Chandler dengan akting yang elegan dan cenderung monoton, bahkan saat dia seharusnya memperlihatkan sedikit naluri jahat ketika hendak menggigit leher tunangannya akibat pengaruh Dracula pembawaannya hampir tidak ada perubahan sama sekali. Sangat jauh berbeda dengan aktris utama wanita versi bahasa Spanyol Lupita Tovar yang sangat dinamis dan memiliki banyak lapisan. Lupita (yang dalam versi bahasa Spanyol bernama Eva) sanggup memerankan perubahan watak yang kuat sebelum terkena gigitan Dracula dan setelahnya, dimana dia bisa terlihat rapuh, misterius, erotis, namun liar dalam waktu bersamaan.

  • Menariknya lagi, kedua aktris utama wanita film ini menggunakan gaya pakaian yang berbeda, dimana Mina (Helen Chandler) menggunakan busana yang lebih tertutup sedangkan Eva (Lupita Tovar) menggunakan busana yang lebih terbuka. Hal yang sangat berani untuk kondisi Amerika Serikat yang cukup konservatif waktu itu.

(..and yes, Lupita Tovar is sooo enchantingly hot in this film..)

  • Bukan hanya busana, tetapi adegan-adegan pada Drácula versi bahasa Spanyol pun jauh lebih panas dari pada versi bahasa Inggris, dimana ada adegan berpelukan yang intim, Eva yang menggigit leher tunangannya, serta Drácula menggigit leher Lucia di tempat tidur dan hanya menutupinya dengan sayap, semua tanpa sensor. adegan-adegan ini dalam versi bahasa Inggris tidak diperlihatkan secara vulgar sehingga atmosfir horornya kurang terasa.

  • Aktor kelahiran Spanyol Pablo Alvárez Rubio yang memerankan sosok Renfield pada versi Spanyol bermain sangat brilian, dibandingkan Dwight Frye pada versi bahasa Inggris. Alvárez Rubio sanggup berperan layaknya seorang maniak yang kerasukan arwah jahat sebagai budak Drácula.

Sepertinya sang sutradara Tod Browning beserta crew versi bahasa Inggris  memang melakukan “self-censorship” untuk pasar Amerika karena takut film ini akan menimbulkan kontroversi. Tidak demikian dengan versi bahasa Spanyol, sehingga versi ini lah yang benar-benar menunjukkan film horor bertema vampir yang sesungguhnya (menggunakan istilah dalam bahasa Inggris) Erotically Shocking.

*sumber foto: imdb

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.