What’s in my everyday carry camera bag?

Hi,

postingan blog pertama saya dari Los Angeles. Untuk yang belum tahu, sejak awal November 2017, saya sudah resmi menetap di kota ini hingga beberapa tahun ke depan dalam rangka mendukung istri meneruskan studi di University of Southern California (USC). Saya pun akan kembali memasuki bangku kuliah di UCLA extension program Independent Music Production Januari 2018 nanti. Jadi, mohon doa dan dukungannya ya agar kegiatan kami di sini lancar.

Untuk postingan blog kali ini, saya akan share mengenai peralatan kamera apa yang saya bawa sehari-hari. Ini gara-gara melihat kawan saya Leonardo Ringo dengan channel youtube barunya yang mewawancara fotografer dan perlengkapan mereka. Berhubung saya tidak terkenal dan bukan fotografer, maka saya wawancara diri sendiri saja kan, hehe.

Mari kita mulai.

Untuk kamera, saya hanya punya 1 yaitu my trusty Fujifilm x100t (karena iPhone SE tidak masuk hitungan ya, hehe). Bagi yang belum tahu, saya selama beberapa tahun menggunakan kamera Fujifilm x100 seri pertama yang rusak di belantara hutan Kalimantan saat tugas negara di sana. Begitu pulang ke Jakarta, saya tidak bisa beralih ke kamera merk dan tipe lain, sehingga saya kembali membeli kamera yang sama hanya versi lebih barunya yaitu Fujifilm x100t. Saya sangat mencintai kamera ini karena kontrolnya yang menyerupai analog dan hasil gambar dari kamera yang luar biasa bagus tanpa perlu proses retouching.

Berikutnya, saya selalu membawa 4 batere cadangan, karena kekurangan kamera ini adalah pada baterenya yang cepat drop. Ini pun sebetulnya sudah upgrade dari pada versi sebelumnya, namun dibanding Canon atau Nikon yang tahan hingga beratus-ratus foto misalnya, Fujifilm terkenal boros.

Lalu saya pun selalu membawa cover kamera original Fujifilm khusus untuk tipe x100 lengkap dengan strap kulitnya. Berguna saat traveling tanpa harus takut kamera akan rusak apabila terjatuh atau kena cipratan air.

Berikutnya saya selalu membawa 1 UV filter dan lens hood. Saya sebetulnya sangat jarang menggunakan UV filter ini karena terkadang ada flare yang memantul tergantung kondisi cahaya. Saya jauh lebih suka menggunakan lens hood yang juga berfungsi sebagai proteksi lensa.

Lalu, SD card cadangan yang sangat jarang saya gunakan karena sejak Fujifilm x100t ini ada koneksi wifi, tiap habis foto saya selalu transfer ke iPhone dan backup di Google photo. Ini hanya untuk jaga-jaga saja saat emergency. Ada juga lap kacamata yang saya baptis sebagai lensa untuk menjaga agar tetap bersih dari debu. Semua pernak-pernik itu saya simpan dalam pouch hitam bekas lensa Nikon lama agar tidak tercecer dalam tas.

So that’s it, itu lah perlengkapan fotografi yang saya bawa sehari-hari. Mungkin berikutnya saya juga akan share workflow dan filosofi dalam fotografi agar kita bisa saling belajar ya.

Cheers ✌🏼

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *